Jumat, 20 September 2013

TERJEMAHAN AL-QURAN SURAT AL-BAQARAH AYAT 135 S/D 141



KEPALSUAN YAHUDI DAN NASHRANI

وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى تَهْتَدُوا قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ(135) قُولُوا ءَامَنَّا بِاللهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ(136) فَإِنْ ءَامَنُوا بِمِثْلِ مَا ءَامَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ(137) صِبْغَةَ اللهِ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ صِبْغَةً وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُونَ(138) قُلْ أَتُحَاجُّونَنَا فِي اللهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَ(139) أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى قُلْ ءَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللهِ وَمَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ(140) تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ وَلاَ تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ(141)
Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik".(135) Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang di-turunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".(136) Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(137) Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.(138) Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,(139) ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah: "Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.(140) Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.(141)
URAIAN AYAT
Setelah Allah SWT memaparkan keterangan historis Ibrahim dan anak-anaknya, serta kisah Ka'bah, tentang hakikat agama yang mereka wariskan kepada anak cucu; pada kumpulan ayat sebelum ini, maka di sini Allah SWT menunjukkan tentang propaganda Yahudi dan Nashrani yang berusaha memporak-porandakan bangunan akidah ummat Islam, sekaligus memberi petunjuk tentang argumentasi, atau alasan guna menepis kepalsuan mereka itu.
وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى
Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani,
تَهْتَدُوا
niscaya kamu mendapat petunjuk".
Jadi Yahudi dan Nashrani mendakwakan bahwa petunjuk yang benar hanyalah pada masing-masing pihak. Padahal masing-masing mereka telah menyimpang dari akidah tauhid… Penyimpangan akidah ini berlanjut pada penyimpangan-penyimpangan bidang lainnya. Oleh sebab itu Allah SWT mengarahkan Nabi SAW dan ummat beriman untuk menolak propaganda mereka itu:
قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا
Katakanlah: "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus.
Katakanlah: Hendaklah semua kita; kami dan kamu kembali kepada agama Ibrahim yang lurus.
وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ(135)
Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik".(135)
Ummat mukmin diajak untuk mengumandangkan seruan kepada kesatuan agama yang lurus, semenjak Ibrahim sampai kepada Isa putera Maryam, dan akhirnya diserukan oleh Muhammad SAW:
قُولُوا ءَامَنَّا بِاللهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا
Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami,
وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ
dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya,
وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ
dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan-nya.
لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ(136)
Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (136)
Katakanlah wahai ummat beriman: Hentikanlah propaganda palsumu, wahai Yahudi dan Nashrani, yang menganggap petunjuk ada pada masing-masing kalian; padahal ke dalam agama kalian itu telah dibaurkan ajaran syirik dan konsepsi hidup yang menyeleweng, karena ulah hawa nafsu pemuka-pemuka agama kamu yang mencintai kehidupan duniawi.
Petunjuk hidup hanyalah di dalam agama yang lurus, yaitu; Islam, menyerah diri tunduk dan patuh kepada Allah, Tuhan semesta alam… Bukan pada agama yang berbaur dengan penyimpangan itu.
Inilah konsepsi Islam!
Inilah tapal batas pemisah antara orang yang mendapat petunjuk dengan orang-orang yang sesat.
فَإِنْ ءَامَنُوا بِمِثْلِ مَا ءَامَنْتُمْ بِهِ
Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya,
فَقَدِ اهْتَدَوْا
sungguh mereka telah mendapat petunjuk;
وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ
dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu).
Penegasan dari Allah yang dituangkan ke dalam hati ummat mukmin, sekaligus menyatakan adanya perjuangan akidah sampai akhir masa ini; di mana pihak Yahudi dan Nashrani akan senantiasa memusuhi agama Islam… dilanjutkan dengan memberi jaminan bahwa Allah akan tetap memelihara ummat beriman dari penyelewengan tadi; selama mereka setia kepada akidah Islamiyah, dan menjauhi akidah syirik dan sesat…
فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ(137)
Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(137)
Itulah Islam sebagai shibgah (celupan) Allah… Celupan yang akan mewarnai kehidupan menuju keselamatan dunia dan akhirat, Islam yang terlepas dari segala bentuk celupan warna syirik dan penyimpangan…
صِبْغَةَ اللهِ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ صِبْغَةً
Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah?
Jelas tidak ada shibghah (celupan warna kehidupan) yang lebih baik dari warna kehidupan yang telah ditetapkan Allah…
وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُونَ(138)
Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.(138)
Semua perdebatan, semua propaganda tidak ada gunanya, karena masalahnya telah nyata; konsepsi Islam adalah dari Allah, dan konsepsi kamu adalah penuh warna warni, sebagian dari celupan Allah dan sebagian yang lain dari hawa nafsu…
قُلْ أَتُحَاجُّونَنَا فِي اللهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ
Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu;
Untuk apa berdebat?
وَلَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَ
bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,(139)
Tidak ada peluang sama sekali untuk berdebat tentang keesaan Allah dan berubudiyah kepada-Nya.
أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى
ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?
Apakah mereka itu menganut akidah syirik seperti yang kamu propagandakan itu?
قُلْ ءَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللهُ
Katakanlah: "Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah,
Pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban… Pertanyaan yang bertujuan untuk pengingkaran ini, menyatakan bahwa; Allah Maha Mengetahui bahwa mereka sama sekali bukanlah seperti yang dipropagandakan oleh penganut agama Yahudi dan Nashrani… Bahwa mereka adalah menganut akidah yang murni mentauhidkan Allah SWT.
Kalian sesungguhnya mempunyai kesaksian itu yang termaktub di dalam kitab kamu masing-masing.
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللهِ
dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?"
Mengapa kalian wahai Yahudi dan Nashrani menyembunyikan kesaksian Al-Kitab? Mengapa kalian mengumpulkan argumen palsu guna menyokong akidah yang diada-adakan?
Di sini Allah kembali memunculkan kesaksian bahwa petunjuk itu hanya ada pada agama tauhid, agama yang dianut oleh Ibrahim, anak-anaknya, dan rasul-rasul sesudahnya…
وَمَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ(140)
Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.(140)
Akhir dari problema ditutup dengan pene-gasan:
تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ
Itu adalah umat yang telah lalu;
Ummat yang tunduk dan patuh kepada Allah; yang bersih dari segala unsur syirik dan segala manifestasinya…
لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ
baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan;
Sekali lagi ditegaskan:
وَلاَ تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ(141)
dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.(141)
Demikianlah!
Dengan berakhirnya uraian ini, maka berakhirlah sudah uraian ayat juz pertama Al-Quran… Kepada Allah SWT juga kita memohon taufiq dan hidayah, wal hamdulillahi Rabbil 'alamin.

Ujung Gading Kamis 11 Ramadhan 1424 H/6 November 2003.