Sabtu, 25 April 2009

AL QURAN SINAR KEHIDUPAN (Pengantar Juz I)

MUKADDIMAH
بسم الله الرحمن الرحيم


Alangkah pendeknya perjalanan hidup kita di dunia fana ini…

Jika kita mencoba mengukur jarak antara hidup dengan mati, maka kita dapat mengukur jarak antara jantung dengan kerongkongan…!

Sungguh, alangkah pendeknya jarak antara hidup dan mati…

Dalam pada itu, perjalanan hidup kita, rupanya tidak seimbang dengan angan-angan, harapan dan cita-cita; yang selalu memaksa kita di blantika kehidupan ini untuk berpacu mengikuti arus gelombang yang datang tiada hentinya…

Generasi manusia silih berganti… masa terus berputar; dan kita berada di dalamnya…
Untuk apakah kita hidup?

Allah SWT menerangkan bahwa; tujuan hidup kita di bumi fana ini adalah untuk mengabdi kepadaNya. Di sini kita diangkatNya menjadi khalifah, dan beramal shaleh mempersiapkan bekal bagi kehidupan kita di alam sana…

Dalam rentang waktu yang berjalan sedemikian singkat, banyak sekali jalan-jalan kehidupan yang bersimpang siur di sana-sini; yang jika kita tidak waspada niscaya kita akan tersesat dan menuai celaka di alam keabadian sana…

Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…

Dia telah berkenan melimpahkan rahmatNya kepada ummat manusia, mengutus para rasul membawa pelita yang menerangi kehidupan ini, sehingga tidak tersesat menempuh jalan…
Allah SWT telah berkenan mengutus Muhammad SAW, Rasul akhir zaman; membawa agama Islam; rahmat bagi semesta alam…

Dalam kegelapan jahiliyah, dan dalam rawa-rawa tumpukan konsep-konsep kehidupan yang simpang siur, maka melalui Muhammad SAW, Allah menurunkan sinar kehidupan yang jika kita berpegang teguh kepadanya, niscaya kita akan selamat dari dunia ini hingga di tempat sana…
Itulah Al-Quran…
"Al-Quran itulah budi pekerti Muhammad SAW", demikian jawaban isteri beliau 'Aisyah RA, kepada orang yang menanyakan tentang akhlak beliau.

Al-Quran telah berhasil mengeluarkan bangsa Arab jahiliyah, dari kehidupan biadab ke lapangan kehidupan yang penuh cahaya iman dan taqwa.

Al-Quran itu pula yang berada di tangan kita sekarang…

Ya, di tangan kita yang hidup di alam jahiliyah modern ini… Di alam; mayoritas ummat manusia tidak mempunyai pegangan hidup nan pasti; selain dari mengkonsumsi dan memproduksi, lalu mati…

Berbahagialah orang-orang yang hidupnya berada di bawah naungan dan sinar Al-Quran…
Dalam pada itu kita mendengar seruan Nabi SAW, yang menyatakan bahwa; sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajar-kannya…

Al-Quran yang diturunkan dalam bahasa Arab, sebagai pedoman hidup mukmin ini, tidak mungkin akan dipahami maksud dan tujuannya bagi kita yang berbahasa ibu yang bukan ber-bahasa Arab… Padahal kebutuhan kepada Al-Quran itu, adalah seperti kehidupan makhluk hidup kepada air…

Alhamdulillah, penterjemahan dan penafsiran Al-Quran ke dalam bahasa kita, telah banyak tersebar di sana-sini; yang dilakukan oleh para ulama; baik dengan menterjemahkan karya-karya tafsir berbahasa Arab, maupun yang disusun oleh ulama-ulama kita sendiri…

Jika Al-Quran itu diibaratkan seperti lautan yang maha luas, yang mengandung petunjuk hidup, hikmah dan ilmu pengetahuan, di mana kesemuanya mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, maka penter-jemahan dan penafsiran Al-Quran itu adalah seperti usaha-usaha penggalian hasil laut yang tiada habis-habisnya…

Demikianlah, di sela-sela perjalanan hidup penulis yang tak luput dari pergumulan dan pencarian hakikat hidup ini… Penulis terpanggil untuk meluangkan waktu yang amat pendek ini; sesuai dengan ilmu dan kemampuan yang sangat terbatas untuk ikut dalam rombongan orang-orang yang disebut Nabi SAW, bahwa:

عَنْ عُثْمَانَ رَضِي الله عَنْه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ (رواه البخارى/4639)
Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Quran.

Meskipun keberadaan penulis adalah seperti seorang nelayan yang baru mencoba mendayung biduk ke tengah lautan dengan bekal yang sangat bersahaja…
Meskipun kadang-kadang di dalam hati datang terpaan rasa takut, kalau-kalau perjalanan hidup ini di terjang badai gelombang kehidupan, sehingga memporak-porandakan segala harapan dan cita-cita…

Meskipun ada rasa gamang, karena perjalanan hidup penulis, masih belum sepenuhnya mantap dalam naungan Al-Quran… Tetapi penulis bermohon kepada Allah; Penguasa Hati, semoga memberi penulis kemantapan menempuh jalan Al-Quran ini…

Penulis mencoba menggerakkan jemari, dan penulis berusaha membawa hati untuk mantap dengan Al-Quran ini…

Penulis dengar Allah berfirman
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ(69)
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjuk-kan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut: 69)

Alhamdulillah, penulis mulai menterjemahkan dan menguraikan ayat Al-Quran ini, berpedoman kepada tafsir dan terjemahan yang ada; baik yang berbahasa Arab, maupun yang telah diterjemah-kan ke dalam bahasa Indonesia, dan tulisan ini penulis beri judul "Al-Quran Sinar Kehidupan".
Dengan tetap memohon taufiq dan hidayah Ilahi, maka dengan segala kekurangannya penulis hantarkan kepada kaum muslimin tulisan ini, yaitu juz pertama Al-Quran… Semoga Dia SWT berkenan memberi penulis kelapangan untuk melanjutkan juz-juz berikutnya…

Sebagai tulisan dari orang yang mempunyai ilmu terbatas, maka penulis yakin bahwa tulisan ini tidaklah akan memuaskan pihak-pihak yang mempunyai tinjauan dan pengetahuan yang mendalam… Tetapi setidaknya memberi manfaat kepada mereka yang pengetahuan Al-Qurannya setarap dengan penulis.

Sekali lagi, dengan Nama Allah penulis ber-tawakkal, dan mempersembahkan tulisan ini kepada kaum muslimin pecinta Al-Quran.
Kritik yang membangun dari semua pihak tetap penulis nantikan.

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلاَءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي
"Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, putera hambaMu, dan putera dari budak wanitaMu, ubun-ubunku di tanganMu, berlaku padaku hukumMu, adil padaku qadhaMu… Aku bermohon dengan segala Nama yang menjadi milikMu, yang dengan itu Engkau memberi NamaMu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang makhlukMu, atau Engkau turunkan dalam KitabMu, atau Engkau menentukan untuk diriMu di dalam ilmu ghaib di sisiMu, semoga Engkau menjadikan Al-Quran seperti musim semi di hatiku, nur di dadaku, penghilang duka dan pelenyap nestapaku.. Walhamdulillahi Rabbil 'Alamin!

Ujung Gading, 16 Ramadhan 1424 H
Wassalam

(Abdul Muis Mahmud)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar